Spanyol dan Rusia sma-sama berambisi mencetak sejarah saat bertemu pada semifinal Piala Eropa 2008 di stadion Ernst Happel, Austria, Jumat dinihari. Kedua tim ingin meraih kembali kejayaan puluhan tahun lalu.
Gelar satu-satunya yang pernah dicicipi Spanyol adalah Piala Eropa 1964. cukup tragis memang, untuk tim sekelas spanyol yang selalu dihuni pemain-pemain berbakat. Sejak Piala Eropa 1984, Spanyol tidak pernah mencapai semifinal sebuah turnamen besar. Piala Eropa kali ini impian La Furia Roja Spanyol bisa terwujud.
Rusia pun gagal meraih prestasi tinggi sejak hancurnya Uni Soviet pada 1991. Terakhir, mereka meinikmati final sebuah turnamen besar pada Piala Eropa 1988. Saat itu Rusia, masih bernama Uni Soviet, harus mengakui ketangguhan Belanda 0-2 di final. Sejak itu Rusia seakan tenggelam, seiring dengan jatuhnya Uni Soviet.
Spanyol dan Rusia pernah bertemu sembilan kali. Spanyol meraih lima kemenangan dan Rusia hanya sekali, yaitu pada kualifikasi Piala eropa 1971. Spanyol memenagkan tiga pertemuan dengan Rusia di putaran final Piala eropa. Spanyol unggul 2-1 (1964), 1-0(2004), dan 4-1 di fase group D Piala eropa 2008 belum lama ini.
Kali ini Spanyol akan turun dengan kekuatan penuh. Pelatih Luis Aragones bisa menurunkan semua pemain terbaiknya. Spanyol khawatir pada semangat Rusia yang ingin melakukan balas dendam atas kekalahan fase group.
Spanyol akan mengenakan kostum kedua berwarna kuning sementara Rusia merah. Bagi rakyat Spanyol, kuning adalah warna sial. Aragones juga beranggapan demikian. Saat melatih Atletico Madrid, Aragones melarang menggunakan kostum kostum kedua berwarna kuning. Aragones juga pernah menolak menerima rangkaian bunga warna kuning ketika tiba di Dortmund pada Piala Dunia 2006.
Pemain Spanyol tidak takut mengenakan kostum kuning. “Tidak ada masalah. Saya selalu memakai kostum kuning.”ujar gelandang Marcos Senna, yang selau mengenakan kostum kuning karena membela Villareal.
Rusia dating dengan misi balas dendam. Sejak kekalahan pada laga pembuka, Rusia bangkit dan memukul Swedia dan Belanda. Kali ini Rusia tidak ingin mengulangi kesalahan. “Kami selalu berusaha untuk berkembang. Kami telah belajar meski sangat singkat. Kami Berharap kemenganga akan berlanjut.” Uajr pelatih Rusia Guus Hiddink.
Hiddink banyak berharap kepada playmaker Andrei Arshavin yang menjadi pahlawan Rusia saat mengalahkan Swedia dan Belanda. Pada pertemuan pertama Arshavin absent karena skorsing. Saying Rusia kehilangan bek Denis Kolodin dan gelandang Dmitri Torbinski akibat akumulasi kartu.
Prakiraan Pemain
Rusia (4-4-2): Igor Akinfeyev(g); Alexander Anyukov, Vasily Berezutsky, Sergei Ignashevich, Yuri Zhirkov; Sergei Semak, Diniyar Bilyaletdinov, Konstantin Zyrvanov, Igor Sernshov; Andrei Arshavin, Roman pavlyuchenko. Pelatih: Guus Hiddink.
Spanyol (4-1-3-2): Iker cassilas(g); Sergio Ramos, Carles Puyol, Carlos Machena, Joan Capdevila; Marcos Senna; Andrea Iniesta, Xavi, David Silva; David Villa, Fernando Torres. Pelatih: Luis Aragones.
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
No comments:
Post a Comment